Tanah Makam Rasulullah SAW

Makam Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi dan menjadi salah satu tempat teristimewa di Tanah Suci Madinah.

Dulu tempat ini adalah kamar Rasulullah SAW dan istrinya, Aisyah RA.

Di samping makam Rasulullah SAW, ada makam sahabat, yakni Abu Bakar Ash-Shidiq dan Umar bin Khattab.

Berikut tentang makam  Rasulullah SAW :

Pagar Tinggi Berhias Kaligrafi

Makam Rasulullah SAW dibatasi oleh pagar tinggi yang berhias kaligrafi berwarna keemasan. Ada penjaga khusus, yang disebut askar, yang berjaga di sekitar makam. Tugasnya adalah mengingatkan jemaah yang berbuat hal-hal berlebihan atas makam Nabi, seperti menangis ataupun salat di depan makamnya.

Makam Rasulullah SAW merupakan Kamar Aisyah

Sempat terjadi perdebatan antarsahabat ketika hendak memilih lokasi untuk memakamkan Rasulullah SAW. Abu Bakar menjadi penengah di antara perdebatan yang terjadi, karena Rasulullah SAW pernah bersabda: "Tak seorang nabi pun meninggal dunia kecuali dimakamkan di tempat dia meninggal". Apa yang disampaikan Abu Bakar menjadi penengah sekaligus menjadi argumen mengapa Rasulullah SAW dimakamkan di kamar Aisyah.

Makam di Dalam Masjid

Pada masa Al-Walid I Sulayman ibn Abdul Malik (715-717 M) dari Dinasti Umayah, dilakukan perluasan area masjid. Sebab, jumlah umat Islam saat itu semakin banyak. Adik tiri Al-Walid I Sulayman ibn Abdul Malik, Umar ibn Abdul Aziz, merekomendasikan agar makam Rasulullah SAW dimasukkan dalam area Masjid Nabawi.

Selain itu, dibangun dinding setinggi 5 meter mengelilingi makam agar tidak tampak dari dalam masjid dan tidak ada yang melakukan perbuatan syirik di sekitar makam.

Terdapat makam dua sahabat Rasulullah SAW, yakni Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar ibn Khattab.

Tak Pernah Sepi

Makam Rasulullah SAW dan para sahabat tak pernah sepi dari peziarah. Jemaah umrah maupun haji atau umat Islam yang datang ke Madinah selalu menyempatkan diri beribadah di dalam Masjid Nabawi, termasuk di Raudhah, lalu berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Working...

Info!